People Come and Go?


Kata tersebut sering digunakan banyak orang untuk menormalisasikan, dan menenangkan diri ketika ada seseorang yang meninggalkannya. Meninggalkan disini bukan tertuju untuk mereka yang wafat atau mati, namun kepada mereka yang ada dengan ujaran penasaran, saling mengenal, lalu pergi. Ada juga orang yang menggunakan kata tersebut sebagai alasan untuk pergi, berdalih untuk mencari sebuah kenyaman dengan tujuan untuk meninggalkan. Apakah sebuah kenyamanan harus dicari? Apakah tak bisa kita ciptakan oleh masing masing diri?

Jika ingin dibahas lagi… mengapa tidak diganti menjadi “people come and stay” bukankah mereka yang datang punya opsi menetap? Kenapa harus pergi? Bukankah sejatinya manusia harus menjaga tali silaturahmi?

Oiyaaa, ada hal yang aku lupaaaa, di dunia ini ada yang namanya konsep tamu. Mungkin mereka yang datang hanya ingin bertamu, dan kita sebagai tuan rumah memang sudah selayaknya melakukan hal yang baik untuk mereka. Didunia ini juga ada seorang penjelajah yang dia sedang mencari sesuatu, dan kebetulan saat itu mungkin kita adalah objek dalam pencariannya. Setelah dia selesai, mungkin saja sang penjelajah akan berhenti dan menetap karena yang dia cari “ada”, atau mungkin pergi untuk mencari tempat bertualang berikutnya.

 

Bukankah dia yang pergi belum tentu kembali? Lantas mengapa kau masih duduk disini

-writerex

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samanvaya

Hasati Ontogeni

Relationship???