Taman

Di
balik rimbun nya pepohonan tinggi yang menaungi jalan setapak, ada sebuah taman
kecil yang hanya diketahui oleh sedikit orang. Taman itu tidak besar, bahkan tergolong
sangat kecil jika dibandingkan dengan taman-taman lain yang ada di tengah
keramaian kota. Tapi bagi kami, taman itu lebih dari cukup.
Aku
dan dia sering datang ke sana, meninggalkan hiruk-pikuk dunia luar, duduk di
bawah pohon yang rindang, beristirahat menghirup udara segar. Taman ini milik
kami. Bukan taman yang luas dengan bunga-bunga berwarna-warni, padang rumput
yang luas se-halus permadani, atau pepohonan yang menjulang tinggi. Tidak, taman
ini hanya sepetak tanah dengan rerumputan yang lembut, bunga-bunga yang tumbuh
tanpa rencana, dan matahari yang menyinari dengan kehangatan alami.
"Kau
tahu, taman ini kecil," kataku suatu sore itu saat kami duduk bersama,
menikmati senja yang kian perlahan menampakkan dirinya. "Tapi di sini, kita
tidak pernah merasa kekurangan."
Dia
tersenyum. "Karena di sini, kita punya satu sama lain," jawabnya
pelan, menatapku dengan tatapan yang penuh arti.
Aku
mengangguk. Aku tahu dia benar. Taman ini memang tidak luas, tetapi di
dalamnya, kami memiliki semua yang kami butuhkan. Di sana, aku adalah kumbang
dan dia adalah kembang yang mekar, menyambut kedatanganku dengan senyum yang
hangat. Kami berdua adalah bagian dari taman itu, seperti dua elemen yang
saling melengkapi.
Di
taman kecil itu, tak ada yang hilang. Meskipun bunga-bunga yang ada tak
seberagam taman-taman lainnya, dan rumputnya tidak selembut permadani, bagi
kami, itu sudah cukup. Keindahan taman ini bukan terletak pada luasnya atau
banyaknya warna, melainkan pada kesederhanaan yang kami temukan di dalamnya. Bagiku
itu semua sudah lebih dari cukup
"Di
taman ini, dunia seakan berhenti sejenak, ya?" kataku lagi, mengamati
bagaimana cahaya matahari merayap lembut di antara dedaunan.
Dia
mengangguk. "Ya, seakan-akan hanya ada kita di dunia ini. Tidak ada yang
lain."
Kami
saling memahami bahwa taman kecil ini adalah tempat di mana segala sesuatu
terasa indah dan penuh arti. Di luar sana, dunia terus berputar dengan segala
masalah dan kebisingan nya, namun di taman ini, kami bisa memeluk sedikit
ketenangan untuk diri kami berdua.
Di
bawah sinar matahari yang mulai memudar, kami duduk diam, menikmati kedamaian
yang tak bisa ditemukan di tempat lain. Taman ini memang kecil, tetapi di
dalamnya, ada begitu banyak kenangan yang kami bangun bersama. Tempat yang
sederhana, namun penuh dengan kebahagiaan yang tak terucapkan.
"Aku
senang di sini," kata dia, menggenggam tanganku. "Aku senang kita
punya taman ini bersama."
Aku
menarik tangannya dengan lembut. "Aku juga senang. Taman ini, kita, adalah
segalanya bagi aku."
Dan di taman kecil yang disinari senja kala itu, kami hanya berdua. Kami tak membutuhkan lebih. Karena di sana, kami menemukan keindahan yang tak bisa diukur dengan ukuran apapun keindahan yang terletak pada kebersamaan, pada kata saling melengkapi, pada sepetak dunia yang kami miliki bersama.
Buat siapa ni bang ceritanya
BalasHapusbuat kalian yang bacaaaaa 🥰
HapusIni dia yang ditunggu bang rex
BalasHapusalamakk terharu gini ditungguin
HapusBaru mulai baca bang
BalasHapusterimakasihh yaaa 🥰, semoga sukaa
Hapusini bahas orang yang mana nih sepertinya aku tau
BalasHapus