Samanvaya

 


Samanvaya

Aku pernah kehilangan warna dalam hidupku, bahkan suram gelap sudah mulai menarikku kedalamnya. Aku tak melawan, bahkan harap dan tanya sering keluar dalam pikiranku.

“kapan aku akan benar ditenggelamkan”

Semakin lama api semangat telah padam, hampa yang kurasa kini semakin mencekam. Aku tak peduli dengan sekitar, mau mereka bilang apa tentang aku, aku tak mendengarnya. Pada faktanya mereka tak pernah tahu bahwa aku membenci diriku sendiri yang telah mati ditelan gelap tanpa asa.

Itu lah aku jika kau ingin tahu, keadaanku sebelum hujan hadir bagai harmoni yang beriringan memberikan nada lembut, menyuburkan lahan membawa kehidupan dari tandus dan kekeringan.

Dia membawakan warna baru yang bahkan tak pernah ku lihat sebelumnya, perasaanku saat itu seperti samudra yang bergelora, tak tentu arah dihantam gelombang rasa. Intinya pada saat itu aku bahagia. Dia benar membawa, bahkan berani dengan lantang ku ucapkan bahwa dia yang menciptakan sosok baru pada diriku yang tak pernah aku sangka.

Dia berbeda

Disaat orang lain ingin menunjukan bagaimana mereka bersinar, dia kutemui dalam mendung yang menyejukan dan buatku nyaman. Aku bergelimang dalam tanya, apa sejatinya yang kurasa? Mengapa hatiku terpaut begini? Apa tingkah dan suara lembutnya yang sungguh menawan hingga aku terbuai kagum padanya?

“aku melamun dalam angan bahagia dengan tangannya dalam genggaman”

Hujan datang disaat panggung hiburan hanya tinggal kuseorang, dengan keadaan emosi yang tak terkendali. Dia menenun tenang di hidupku, hadir bagai lantun piano yang ditekan perlahan dengan kasih, membelai luka-luka lama dengan nada lembut yang menenangkan segala gelisah. Ia mengiringiku seperti biola yang digesek dengan penuh penghayatan yang merangkai irama yang mengalun sendu namun indah, seolah pesan yang ingin disampaikan:

“aku di sini untukmu, bahkan di saat kau rapuh.”

Bersamanya, sepi menjadi syahdu, dan duka menemukan bahu untuk bersandar. Ia bukan hanya teman di kala tawa, tapi juga pelipur di gelap yang menakutkan, membuatku jatuh kagum pada caranya memeluk jiwaku dalam sebuah dekap.

Komentar

  1. dari banyaknya insan di dunia, mengapa dirimu yang aku sangka, bisa temani hari hariku yang tak selalu indah

    BalasHapus
  2. Kamu kemana aja gapernah keliatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adaaa, cuma ya begitulah
      doain biar rajin 🥰

      Hapus
  3. Sombong, tadi aku liat di server Gang Sebelah disapa diem. Mana ganti akun lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tadaa aku ganti akun, cuma satu @writerex

      Hapus
    2. Kapan voice kalo gitu

      Hapus
    3. Kalo ada waktu dan kesempatan nanti voice

      Hapus
  4. Sama siapa tuh di voice bang rex wkwkwk

    BalasHapus
  5. Mana upload lagi kak?

    BalasHapus
  6. Bro benar benar sedang menggalau

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggaa kakkk amann ajaaa, happy selalu kokkkk

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasati Ontogeni

Relationship???