Hujan

 


Secara teori hujan merupakan peristiwa turunnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi, yang keberadaannya terbentuk melalui siklus hidrologi. Ada pula orang yang mengatakan bahwa hujan disusun dari 99% kenangan dan 1% air. Hujan seringkali juga di konotasikan suasana sedih, sendu. Itu tak sepenuhnya salah, disini aku akan bercerita hujan yang ku kenal dari perspektif ku yang berbeda.

Hujan selalu datang dengan cara yang berbeda. Ia tidak pernah mengetuk pintu, tidak pula meminta izin tuk hadirnya. Ia datang tiba tiba tanpa disangka, perlahan jatuh, menetes, hingga menenggelamkan dunia dengan suara lirih yang menenangkan.

Ia datang di hidupku dengan sederhana, namun hingga meninggalkan jejak yang tak pernah bisa kuhapus selamanya. Senyumnya kekal, tawanya buatku teringat tiap kali kupejamkan mata. Hadirnya bagai tetes yang jatuh ke tanah tandus, membawa kesejukan setelah lama aku dihantui kekosongan.

Aku mencintai hujan dengan seluruh rasa resah, rindu, dan juga kepasrahan. Bagai harap terakhir para petani yang telah lama dilanda kemarau. Setiap tetes yang jatuh dan tiap gemercik yang memantul dijendala adalah semua cerita yang kian tercipta.

Mencintai hujan sama halnya dengan menyerahkan diri dan merelakan sekujur badanmu basah kuyup. Aku merasakan keindahan tiada duanya. Sederhana walau tanpa kepemilikan yang pasti bagi diriku hadirnya sudah sangat mengguyur hati yang dihantui sepi.

“Terimakasih untuk sejenak yang membekas dalam benak” -writerex

Komentar

  1. Pasti seru yaaa punya cowo yang suka nulis perempuan yang disuka..........

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduhhhh, tergantung itu kak
      mungkin kamu suka cowo yang kaya gitu bisa jadi ada perasaan senang atau bahagia tersendiri
      oiyaaa terimakasih sudah buka link ini dan baca yaaa 🙌

      Hapus
  2. bang rexxx kangen :(

    BalasHapus
  3. Woi ajak gua main game gajelas itu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samanvaya

Hasati Ontogeni

Relationship???