Layaknya Lady Macbeth #1


Baru kali ini aku mendengar dan melihat sendiri fenomena yang sangat asing bagi diriku, dimana ada manusia yang sangat haus akan perhatian orang lain. Dia juga sangat manipulatif sehingga aku menyebutnya "Sang Penyihir" atau mungkin kalian akan tahu dan bisa memberi julukan tersendiri ketika sudah membaca keseluruhan ceritanya nanti…..

Namanya Mila, ia sosok baru ditempat kerjaku. Image awalnya baik, terlihat polos, ceria, dan lugu. Itulah cover yang dia tampilkan saat pertama kali datang. Namun, dimataku tidak! Aku selalu menilai orang ditempat kerja dari bagaimana cara dia bekerja, mengatur waktu, memprioritaskan apa yang lebih penting, dan bertanggung jawab atas semua pekerjaan yang dikerjakan. Dari tingkah awalnya saja aku menilai kalau orang ini tidak bisa bekerja. Bayangkan di hari pertama dia bekerja dia tidak tau apa yang seharusnya dia kerjakan.

“Ini gue harus ngapain ya?”

Logikanya divisiku dan dia berbeda dan aku mana tau menau kerjaan rinci dirinya. Lalu kujawab seperti ini

“Yang kamu pelajari sebelum penempatan kerja apa? Bukankah kau mengikutinya?”

“Gue gapaham” ucap dengan mudahnya keluar dari mulutnya

Aku pun menatapnya miris, ingin ku bilang “mengapa kau menanyaiku kita beda divisi!” tapi pada waktu itu di kantor cuma ada aku dan dia karena bertepatan dengan waktu istirahat. Aku jelaskan lah sedikit yang aku tau tentang pekerjaannya karena aku sedikit tau tentang pekerjaan yang dia maksud dan memang divisi kita ada saling bersinggungan dan koordinasi.

Hari demi hari semenjak kedatangannya, ada saja kejadian atau masalah yang timbul. Entah dari pekerjaan yang tidak terhandle, pekerjaan yang hasilnya ngawur, dan ada juga masalah antar anggota dalam kantor.

Aku tidak mau menyebutnya biang masalah sebelumnya, tapi ketika kebenaran nya muncul aku baru menyadarinya. Dia dekat dengan salah satu rekan kerja dikantor, sama dengan divisiku namun tak terlalu akrab. Aku kira mereka memang benar dekat seperti mungkin dikatakan sepasang kekasih. Namun pernah ku melihatnya saat aku sedang menagih laporan divisi sebelah aku melihat dia sedang Video Call dengan seorang laki-laki.

Sontak ku tanya “haii aku mau minta laporan hari ini, btw pacarmu itu?” aku pura-pura tidak tahu tentang kedekatannya dengan teman divisiku

“Eh iya ini ya laporan untuk hari ini” jawabnya seperti orang kaget

Dia sepertinya tidak mendengar pertanyaanku atau mungkin sengaja tidak memperdulikannya

Aku beranjak keluar dari ruangan itu dan balik keruanganku untuk kembali mengerjakan pekerjaanku. Waktupun berlalu saat aku pulang kerja ingat sekali tepat pada hari selasa sebelum aku pulang aku duduk disebuah mini market untuk membeli minum. Ketika aku keluar selesai membeli minum, aku bertemu dengan Mila.

“Sedang apa kau disini?” tanyaku sambil meneguk kopi yang ada digenggaman

“Menunggu dijemput” jawabnya

“Oalah, pacarmu yang kemarin kamu telfon itu yang menjemput?” frontal saja ku tanyakan

“Ehhh, kamu kemarin liat? Iya aku dijemput olehnya” balasnya

Setelah menjawabku, dia pun bercerita bahwasanya lelaki itu bukan pacarnya melainkan mantan pacarnya. Dia bercerita kalau dia dan lelaki itu sama-sama belum bisa move on satu sama lain dan memilih jalan untuk tetap berkomunikasi namun tanpa status yang jelas. Dia juga bilang kalau dia masih menyayangi mantannya itu. Sebenarnya aku heran, aku dengar dia dekat dengan Chris yang satu divisi denganku, tapi kenyataannya dia punya kekasih. Ah sudah lah aku tidak perduli dengan itu, aku hanya mengangguk dan meng iyakan seluruh ceritanya sampai laki-laki itu datang.

“Aku balik duluan ya” mengucapkan pamit sambil membonceng motor kekasihnya.

Beberapa hari kemudian aku melihat Mila dan Chris terlihat Bersama membeli makan dan saling bersandar. Bukannya kemarin dia baru saja bercerita tentang cintanya kepada lelaki itu, kenapa secepat itu berubah, apakah mungkin dia sudah move on saat ini? Atau mungkin dia ada masalah dengan mantannya yang menyebabkan dia memilih pria lain? Ahhh biarlah sudah, lagian aku disini untuk bekerja, bukan memperhatikan dan mengikuti romansa orang lain. Asalkan mereka bekerja dengan baik dan tidak merugikan kantor menurutku tidak akan apapa mereka berhubungan.

Kedekatan mereka tak lama hilang, setelah aku mendengar dari teman teman Mila. Kata Hanum mereka tidak kembali dekat karena Mila merasa ilfil dan sempat jijik kepada Chris karena perilakunya dan kerap kali dia mengajak Mila untuk menginap dihotel. Hanum pun bilang mereka sempat berghibah bersama satu temannya lagi mengenai tingkah laku dan kinerja Chris selama di kantor.

Ahhh sudah biasa kebiasaan perempuan pasti selalu bergosip

Aku belum terlalu mengenal Chris karena aku juga pegawai yang belum lama dikantor ini. Setauku dia orang yang cukup moody terlihat dari ekspresi wajah dan tingkahnya ketika menghadapi atau sedang mengalami sesuatu. Dia bukan orang yang bisa menyembunyikan ekspresinya atau menempatkan sesuai kondisi kerja. Sejauh satu divisi ini juga kerja dia cukup bagus dan bisa melaksanakan. Aku tidak mau menilai lain karena aku juga belum lama disini.

Beberapa minggu berlalu saat aku dikantin aku bertemu Hanum dan Irene yang juga sedang membawa makanan sembari mencari tempat duduk. Aku menawarkan mereka duduk dimeja yang sama. Saat makan mereka berdua bertanya kepadaku

“Eh Chris dekat dengan Mila lagi?”

“Aku tidak tau, aku juga tidak peduli dengan kisah cinta itu” Jawabku sambil memakan batagor yang sangat nikmat ku santap siang hari

“Kami melihat sudah dua hari ini mereka sering pulang bersama” Irene memberitahuku seperti memancing suasana untuk terjadi sebuah diskusi membicarakan orang

“Tapi kalian tau ngga, si Mila itu masih sering tau kontak dan telfon dengan mantannya si Bani itu” timpal hanum meneruskan topik yang dilempar oleh Irene

Apakah sudah seharusnya aku mengikuti gossip bersama mereka dijam makan siang ini, bercerita tentang kisah asmara orang lain dikantor.

Memang akhir akhir ini aku tidak pernah melihat Chris duduk cukup lama di tempatnya. Dia selalu langsung pergi ketika sudah jam nya pulang. Ternyata hal tersebut karena harus mengantar sang permaisuri kembali kerumahnya. Menjadi ojek yang ikhlas dengan harap dibalas cintanya.

Aku bercerita juga bahwa aku beberapa kali melihat Mila bertatap layar dengan Bani saat aku sedang meminta laporan divisi. Lalu pernah diceritakan juga oleh Mila bahwa dia masih mencintai Bani dikarenakan mereka memang sudah sedekat itu. Untuk kedekatannya dengan Chris aku tak bercerita apa-apa karena memang aku tidak tau menau soal itu. Justru malah Hanum dan Irene yang banyak bercerita tentang kedekatan Mila dengan Chris, dan mereka juga bilang Mila menceritakan kisah cintanya dengan Bani dan apa saja yang membuatnya susah move on itu.

Siallll, aku malah terjebak dengan gosip makan siang sampai tak sadar waktu sudah mau mendekati masuk kerja lagi.


 

Komentar

  1. Reksaaaaa, akhirnya muncul juga dia untuk upload
    Congrats ceritanya keren❣️

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih yahh, btw pake love ini cowo atau cewe nih -_-

      Hapus
  2. Si bro menjadi masterpiece kali ini, congrats

    BalasHapus
  3. Mana lanjutannya bang rex

    BalasHapus
    Balasan
    1. sabar yah, penulis rajin ini sedang progress kok (hehe)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Samanvaya

Hasati Ontogeni

Relationship???